FAJAR.CO.ID, – Belum lama ini foto-foto King Kobra raksasa beredar di jagat maya. Foto itu pertama kali diunggah oleh akun facebook Made Dwi Sudarmana.
Dalam keterangannya, Made menulis King Kobra itu berasal dari Kalimantan. Ia sengaja menangkapnya karena telah berkeliaran di pemukiman warga setempat.
“Ular itu kami amankan karena ular berkeliaran di sekitar pemukiman warga,” ujar Made Dwi Sudarmana lewat status Facebooknya, Kamis (22/3/2018).

Made Dwi Sudarmana
Unggahan Made akhirnya viral dan menuai tanggapan ribuan netizen. Made akhirnya bersama dua rekannya melepas ular tersebut ke habibtatnya.
Foto yang diunggah pada Jumat (23/3), ketiganya terlihat berpose sebelum melepas ular tersebut di perkebunan sawit daerah setempat.

Made Dwi Sudarmana
““Dokumentasi sesaat sebelum foto ular yang kami unggah kemarin kami lepaskan kembali. Dan sekedar informasi kami tidak mempunyai akun Instagram,” tulis Made.
Dilansir berbagai sumber, King Kobra memiliki nama latin Ophiophagus hannah. Di Indonesia, ular mematikan ini terdapat di Sumatera, Kep. Mentawai, Kep. Riau, Bangka, Borneo, Jawa, Bali, dan Sulawesi. Ular ini sejatinya menyebar mulai dari India.
Ular ini juga biasa disebut Ular Anang Ia dengan bahasa Inggris disebut King Kobra atau hamadryad.
King Kobra jantan lebih panjang daripada King Kobra betina. Ia bisa memiliki ukuran mencapai 4,8 meter, dengan berata tubuh 12 kg.
Dilansir Wikipesi Indonesia, Bisa King Kobra tersusun dari protein dan polipeptida, yang telah berubah fungsi, yang terletak di belakang mata. Tatkala menggigit mangsanya, bisa ini tersalur melalui taring sepanjang sekitar 8–10 mm yang menancap di daging mangsanya.
Bisa ular ini bersifat neurotoksin, yakni menyerang sistem saraf korbannya, serta dengan cepat menimbulkan rasa sakit yang amat sangat, pandangan yang mengabur, vertigo, dan kelumpuhan otot. Pada saat-saat berikutnya, korban akan mengalami kegagalan sistem kardiovaskular, dan selanjutnya kematian dapat timbul akibat kelumpuhan sistem pernapasan.
Meskipun ular anang memiliki bisa yang mematikan dan kehadirannya ditakuti banyak orang, ia sebenarnya adalah hewan pemalu yang sedapat-dapatnya menghindari pertemuan dengan manusia
Di Burma, King Kobra kerap digunakan dalam pertunjukan pawang ular perempuan. Wanita pawang ular itu biasanya memiliki tato yang dibuat menggunakan tinta bercampur bisa ular, yang diyakini akan melindungi dirinya dari ularnya itu. Di akhir pertunjukannya, secepat kilat si pawang akan mencium ubun-ubun ular berbisa yang tengah menegakkan leher dan tudungnya ini. (Wkp/dal/fajar)


No comments:
Post a Comment