Jakarta - Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali akan melantik tiga pimpinan baru MPR di Sidang Paripurna MPR di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (26/3) mulai pukul 13.00 WIB. Ketiganya adalah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Badan Sosialisasi MPR yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR Ahmad Basarah, dan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani.
Dengan dilantiknya tiga pimpinan baru MPR itu, maka total ada delapan pimpinan MPR. Lima pimpinan MPR sebelumnya yaitu Zulkifli Hasan (ketua MPR dari PAN) didampingi empat wakil ketua yakni Mahyudin (Partai Golkar), EE Mangindaan (Partai Demokrat), Hidayat Nur Wahid (PKS), dan Oesman Sapta Odang (DPD).
Kepala Biro Humas MPR RI, Siti Fauziah, menguraikan rangkaian acara sidang paripurna MPR dengan agenda pelantikan dan pengucapan sumpah pimpinan MPR tambahan. “Pada pukul 12.00 WIB, persiapan pelaksanaan sidang paripurna MPR. Para petugas dari MPR sudah berada di pos masing-masing,” kata Siti Fauziah, di Jakarta, Minggu (25/3).
Dijelaskan, mulai pukul 12.30 WIB, anggota MPR bisa memasuki sidang paripurna di Gedung Nusantara. Sebelum masuk ke ruang sidang paripurna, anggota MPR wajib mengisi daftar hadir. “Dengan mengisi daftar hadir ini kita bisa menghitung jumlah peserta yang menghadiri sidang paripurna MPR. Selanjutnya daftar hadir itu kita serahkan kepada pimpinan sidang. Pimpinan sidang akan menyatakan sidang paripurna MPR ini kuorum atau tidak,” jelas Siti.
Sementara anggota MPR mulai memasuki ruang sidang paripurna dan menempati tempat duduk yang telah ditentukan, Pimpinan MPR, Ketua MA, Ketua Lembaga Negara (DPR, DPD, BPK, MK, KY), dan ketua umum partai politik menempati ruang tunggu utama di lantai dasar Gedung Nusantara.
Pada pukul 12.50 WIB, Ketua MA, Ketua Lembaga Negara dan ketua umum parpol didampingi Wakil Sekretaris Jenderal MPR mulai berjalan menuju ruang sidang paripurna. Barulah lima menit kemudian, Pimpinan MPR didampingi Sekretaris Jenderal MPR menuju lift lantai dasar Gedung Nusantara, selanjutnya memasuki ruang sidang paripurna MPR.
Pada pukul 13.00 WIB, sidang paripurna MPR dengan agenda tunggal pelantikan dan pengucapan sumpah pimpinan MPR tambahan dimulai. “Seperti biasa diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya,” ujar Siti.
Setelah itu Ketua MPR memimpin mengheningkan cip ta untuk mengenang dan mendoakan para pahlawan.Kemudian Ketua MPR membuka sidang paripurna MPR. “Lalu, dilakukan pengucapan sumpah wakil ketua MPR dipandu oleh Ketua MA. Para wakil ketua MPR yang akan dilantik, ketua MA, dan rohaniawan dipersilakan menempati tempat yang telah disediakan. Pimpinan MPR juga menempati tempat yang disediakan,” papar Siti.
Setelah pengucapan sumpah wakil ketua MPR, ketiga wakil ketua menempati kursi Pimpinan MPR. Jadi sejajar dengan pimpinan MPR lainnya. Jumlah Pimpinan MPR menjadi delapan orang. “Sebelum pengucapan sumpah, ketiganya masih duduk di kursi anggota MPR karena statusnya masih anggota,” kata dia.
Kemudian pembacaan doa oleh anggota MPR dari Fraksi PKB. Setelah pembacaan doa, pimpinan sidang menutup sidang paripurna MPR. “Sidang paripurna MPR ditutup dengan kembali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya,” ucap Siti.
Untuk mengingatkan kehadiran anggota MPR dalam sidang paripurna MPR ini, lanjut Siti Fauziah, pihaknya menggunakan SMS gateway, running text di beberapa stasiun televisi. Informasi tentang sidang paripurna itu untuk mengingatkan anggota MPR bahwa MPR melaksanakan sidang paripurna pelantikan dan pengucapan sumpah pimpinan MPR tambahan pada Senin (26/3).
Ditambahkan, saat acara sidang paripurna MPR berlangsung, pihaknya mengadakan live streaming melalui web www. mpr.go.id. Biro Humas MPR juga bekerja sama dengan TV Parlemen untuk penayangan acara tersebut.
No comments:
Post a Comment