Gerindra Setuju Mobil Masuk Jakarta Bayar - Detiknews Blog

Breaking

BANNER 728X90

Sunday, March 25, 2018

Gerindra Setuju Mobil Masuk Jakarta Bayar

JAKARTA - Ketua Fraksi Gerindra DRPD DKI Jakarta Abdul Ghani setuju dengan usulan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) soal pemberian bea masuk bagi kendaraan dari luar Jakarta. Ia berpendapat usulan itu merupakan terobosan untuk mengajak masyarakat beralih dari kendaraan umum ke pribadi.

"Saya pikir itu terobosan di Jakarta, untuk mengalihkan masyarakat dari kendaraan pribadi ke umum yang sudah terintegrasi. Percuma dibangun misalnya LRT, MRT sekian triliunan itu fungsinya transportasi massal untuk memindahkan dari umum pribadi dan sebagainya untuk beralih seperti itu. Makanya sekarang ada lintas Bekasi, mungkin nanti lintas Tangerang Selatan, Depok, Tangerang Kota, itu harus dibangun," katanya, Minggu (25/3/2018).

Ghani pun menyambut baik jika usulan itu bisa terwujud. Dia menambahkan saat ini pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil-genap tidak efektif mengurai macet."Saya setuju aja, itu nggak akan dilaksanakan secepat mungkin, butuh sosialisasi dulu. ganjil-genap itu nggak ngaruh tetap aja, karena kekuatan orang untuk memindahkan transportasi pribadi ke umum itu sulit, pemerintah itu harus tegas," ujarnya seperti dilansir detik.com.

"Saya setuju, sekarang dilakukan sosialisasi, setahun kemudian baru dilaksanakan. Untuk memindahkan dari transportasi pribadi ke umum kan butuh persiapan," dia menambahkan.

Terpisah, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, usulan kendaraan dari luar Jakarta dikenakan tarif saat masuk Ibu Kota seperti yang dilontarkan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) merupakan wacana pribadi.

"Belum tahu dengar itu. Itu masih wacana pribadi," kata Budi Karya di sela-sela kunjungan kerjanya di Stasiun Kota, Jakarta Barat, Minggu (25/3/2018).

Sebelumnya, Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan usulan ini dipertimbangkan untuk mengatasi kemacetan. Wacana ini masih terkait rencana penerapan sistem electronic road pricing (ERP)."Kan BPTJ mempunyai tanggung jawab untuk mengatur transportasi di Jabodetabek, kenapa karena kondisinya sudah emergency, gawat darurat," kata Bambang.

Ia menjelaskan saat ini pengaturan ganjil-genap, pengaturan logistik, pengaturan penyediaan angkutan massal di Tol Jakarta-Cikampek baru salah satu program jangka pendek untuk mengurai macet di Jakarta. Namun, hal itu dirasa belum cukup untuk benar-benar mengatasi macet di Ibu Kota.

BPTJ kemudian menginisiasi usulan terkait pemberian bea masuk kepada kendaraan-kendaraan yang berasal dari luar Jakarta. Harapannya hal ini bisa membatasi jumlah kendaraan yang masuk ke Ibu Kota.

Let's block ads! (Why?)

Baca Dong Selanjut nya http://www.sinarharapan.co/metropolitan/read/510/gerindra_setuju_mobil_masuk_jakarta_bayar

No comments:

Post a Comment